Kaderisasi Dulink 2

Pada tanggal 31 agustus sampai 1 januari,tepatnya hari Minggu jam 11 pagi 30 orang anggota duta lingkungMenyusuri Sungaian telah siap berangkat dari sekolah menuju ke Sativa menggunakan 4 mobil.yaitu mobil Jaey,Rheza,Meggie,dan tentunya mobilnya sekolah donk^^.Sampai di Sativa sekitar jam 1 an kami di beri waktu bebas sampai jam 3 ada yang foto-foto,jalan-jalan,dan bermain kali.acara yang seharusnya jam 3 sudah dimulai ternyata terhalang sesuatu sehingga memaksa kami untuk melanjutkan acara sampai jam 3.30 dan lalu kami meNyebrang Jembatan Bambunuruni gunung untuk ke sungai kami melawati pematang sawah , jalan yang berliku , dan sebuah jembatan bambu yang agak menakutkan kami harus melewati jembatan itu satu persatu padahal di bawah jembatan itu ada sungai yang ada berberapa batunya-hi jadi serem-   rintangan pertama selesai kami,dan sekarang kami harus menuruni batuan yang agak curam terus melawan derasnya aliran sungai dan jebakan-jebakan yang ada di sungai .bahu membahu dan tolong menolong selalu kami pegang teguh dalam melewati kegiatan sungai ini.karena kalu jaln sendirian tanpa ada teman pasti deh kamu bakalan jatuh di sungai…

Huff akhirnya kita sampai di tujuan dan kita langsung bermain basah-basahan menggunakan galon air dan pipa yang dilubangi tau kan permainannya….yap permainan yang menggunakan kerjasama dan tentunya pikiran agar gabusnya keluar itu sangat menyenangkan karena permainan itulah yang telah membayar luka-luka di kaki kami karena terjatuh di sungai..wakakakak..

Game selesai…kami pun mendaki gunung untuk sampai di asrama masing-masing…perjalanan yang cukup capek karena tenaga kita sudah habiz di sungai…ToT

Jam menunjukan pukul 7 dan kami telah siap untuk menyantap makan malam yang lezat.Acara berlanjut,yaitu melakukan semacam riset tentang apa yang sudah kami temukan selama kami melakukan perjalanan tadi dan ditempel di kertas buffalo yang nantinya 2 orang dari kelompok akan mempresentasikannya.Lalu kami menonton mini film turtle world yang akan menjadi insipari kami dalam membuat puisi secara berkelompok.Jam tangan kami menunjukan sudah jam 9.30 tapi kami harus ke bawah untuk melakukan permainan terakhir kami maka, dengan agak ngantuk sedikit kami turun dengan berhati-hati karena gelap dan tidak ada penerangan .permainan ini cukup unik karena kami di suruh mengambil satu pecahan teko , lilin , dan korek api tentunya dalam kegelapan.Lalu kami harus mencari pecahan yang sesuai dan merekatkannya kembali dengan pecahan-pecahan yang lain dalam keadan GELAP GULITA huff sulit banget itu apalagi kami tidak boleh bersuara.Arghh kegiatan ini menyenangkan dan membuat jengkel karena sudah kami rekatkan tapi tidak berhasil.Alhasil tidak ada pecahan yang berhasil kami rekatkan sampai lilin kami habis.Akhirnya kami kembali ke pendopo untuk doa malam bersama-sama dan  tidur…eits tunggu dulu jam uda 11 lebih 1 jam lagi salah satu teman kami akan ulang tahun kita harus buat surprise donk… yapp kami menunggu untuk jam 12 lebih dan drama pun di mulai kami menuduh teman kami mencuri hp di antara kami alahasil dia marah dan melakukan suer berulang-ulang tapi akhirnya kita bongkar dengan ucapan Happy birthday…dan tidur dengan nyenyak…Hoemmm ngantuk

Kringgg……

Weker – weker kami telah berbunyi nyaring, kami semua dengan masih setengah sadar segera megambil baju dan perlengkapan mandi kami, lalu segera pergi ke kamar mandi.

Seggeeerrrr…..dech rasanya, habis mandi, nah badan dah seger, tapi perut kompromi, jadi kita semua pun segera pergi makan….

Perut terisi, otak pun bekerja, he…he…he…., sekarang waktunya game. Di dalam game kami dibagi dalam beberapa kelompok. Tugas pertama, kami diberi selembar kertas, di kertas itu kami diminta untuk mencoret, 1 orang maksimal 3 coretan, mungkin ini kelihatannya mudah tapi pasti susah klo kita tak boleh bicara 1 sama lain. Setelah selesai, game dilanjutkan dengan tugas kedua, kami diberi selembar kertas lagi, cara mainnya sama hanya kali ini kami boleh berkomunikasi, jadi lebih mudah dech.

Game pun dilanjutkan setelah game kedua selesai, kali ini kami hanya dibagi menjadi 2 kelompok. Setiap kelompok membentuk lingkaran, dan kami harus saling menjulurkan tangan. Kedua tangan kami harus memegang salah satu tangan teman kami, setiap tangan memegang tangan orang yang berbeda. Setelah itu kami disuruh muter – muter sampai akhirnya membentuk lingkaran. Game ini sungguh sulit, seringkali kami gagal dan mengulang kembali ataupun membentuk hingga 2 lingkaran.

Sekitar jam 10.00, kami semua berangkat ke Tahura (Taman Hutan Rakyat). Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar satu setengah jam. Di sana kami ditunjukan cara menanam tanaman yang benar oleh Pak.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju hutan yang masih alami. Kami berjalan cukup jauhTahura. Beberapa kali kami berhenti untuk mendengarkan penjelasan ataupun untuk istirahat sebentar. Maklum, jalan hutan itu menajak, sehingga kami pun mudah capek.Kemudian saat sampai di sebuah tandon, kami semua berhenti. Di sana kami semua, diperbolehkan untuk mencoba air murni yang sangat segaarrrrr…. Air disana sangat bersih sehingga kita dapat meminumnya tanpa dapat diolah terlebih dahulu.

Kami pun segera melanjutkan perjalanan kami, karena hari telah menjelang siang. Kami berjalan lagi, untung kali ini jalannya tak menanjak. Kami yang dari hutan konservatif sekarang menuju ke hutan produksi. Tak seperti di hutan konservatif yang disana kita dapat menemui berbagai macam tumbuh-tumbuhan, Di hutan produksi kita hanya dapat mememukan satu jenis tanaman. Di hutan produksi ini kita hanya dapat melihat pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi di mana-mana. Jalanan yang kali ini kami lalui menurun dan berbatu-batu, sehingga agak susah untuk dilewati. Perjalanan panjang kami melewati hutan konservatif lalu ke hutan produksi akhirnya selesai juga,kami telah sampai di luar. Di sana kami berfoto bersama sebentar lalu kami berjalan lagi menuju tempat di mana mobil diparkir. Perjalanan ke sana cukup jauh dan melelahkan karena jalannya menanjak walaupun tak seperti tadi, jalan yang sekarang kami lewati adalah jalan beraspal seperti yang sering kalian lihat dan lewati.                                                                                                                                                   Tak lama kemudian, kami sampai di tempat tujuan, dan kami pun duduk beristirahat sambil makan snack. Sekitar 15 menit mobil baru muncul karena mobil-mobil itu harus berputar arah dulu, baru setelah itu kami pulang ke Sativa. Di Sativa, kami segera makan siang. Setelah makan siang kami baru setelah itu kami berkemas-kemas lalu pulang ke Surabaya. Sampai di Surabaya sekitar jam 2 siang, dan kami yang sudah dijemput langsung pulang dan yang belum menunggu. Satu – persatu anak sudah dijemput hingga akhirnya tak tersisa satu anakpun. Mereka semua pulang dengan perasaan gembira dan kenangan yang tak terlupakan selama kaderisasi…

4 Responses so far »

  1. 1

    Duta Lingkungan bid ITK bisa dikatakan sukses atas terbentuknya blog ini. Tampilan dan postingan sudah memuaskan dan terimakasih kepada yth Kepala bid ITK yang telah membuatnya. Selaku ketua, saya mohon dukungan untuk perkembangannya. terima kasih yg sebesar-besarnya

  2. 3

    Bellen said,

    smoga dulink tambah majuu..xD

  3. 4

    gaby said,

    ciehh.. hidupp duLinkk xDD


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: