Krisis Pangan Melanda Dunia

Teman-teman, pada sadar nggak kalau sekarang kita sedang mengalami krisis pangan? Krisis ketahanan pangan yang diprediksi oleh pemerintah bakal terjadi tahun 2017, sebenarnya mulai mengancam bangsa yang dulu dikenal berhasil melakukan swasembada. Terutama untuk beberapa komoditi penting seperti beras, gula, kedelai dan jagung.

Sungguh mengerikan! Bagaimana bisa Negara yang kaya tumbuhan dan hewan ini mengalami krisis pangan? Bagaimana mungkin, Negara-Negara maju lainnya ikut merasakan hal yang sama?

Beberapa orang menggangap bahwa pangkal persoalan adalah kurangnya perhatian pemerintah pusat maupun daerah terhadap sektor pertanian sehingga terjadi pembusukan di segala lini. Namun, yang lain mengatakan krisis pangan terjadi karena dampak dari gagal panen yang disebabkan global warming atau pemanasan global.

Sekarang ini, stok beras dunia akan mencapai titik terendah yang mendorong harga mencapai level tertinggi selama 20 tahun terakhir, sedangkan stok gandum mencapai titik terendah selama 50 tahun terakhir. Harga seluruh pangan meningkat pada angka fantastis 75 persen dibandingkan dengan tahun 2000, beberapa komoditas bahkan lebih dari 200 persen.

Sunday Herald menambahkan, krisis pangan itu akan menjadi krisis global terbesar abad ke-21. Krisis pangan akan menimpa 36 negara di dunia, termasuk Indonesia. Akibat stok yang terbatas, harga berbagai komoditas pangan tahun ini akan menembus level yang mengkhawatirkan. Harga jagung akan mencapai rekor tertinggi dalam 11 tahun terakhir, kedelai dalam 35 tahun terakhir, dan gandum sepanjang sejarah (Kompas, 24/1/2007).

Akibat pemanasan global, pada pertengahan abad rata-rata run off sungai dan ketersediaan air diproyeksikan akan meningkat 10-40 persen di daerah lintang tinggi dan di beberapa wilayah tropis basah.

Sementara di wilayah daerah lintang menengah dan daerah tropis kering ketersediaan air akan menurun sekitar 10-30 persen.

El Nino (gejala memanasnya suhu muka laut di barat ekuator Lautan Pasifik yang berakibat banyak hujan di Peru dan kurang hujan di Indonesia) termasuk salah satu faktor penyebab gagal panen. Berdasarkan pengamatan di dua desa , Desa Kleco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan dan lima hektar sawah di Desa Pojoksari, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, air di saluran irigasi untuk mengairi sawah sudah tidak ada lagi. Tanah tempat tanaman padi berada retak-retak akibat kekurangan air (kering).

Selain itu, krisis pangan juga disebabkan menguatnya masalah pencemaran lingkungan dan penurunan keanekaragaman hayati akibat intensifnya penggunaan agro-input. Keberlanjutan sistem produksi padi akibat degradasi lahan dan kualitas lingkungan yang terus berlangsung serta fenomena pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim juga menjadi bahan refleksi kita sebagai warga dunia.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mezak Arnold Ratag, mengatakan, suhu meningkat pada waktu sesaat seperti sekarang ini adalah salah satu variabilitas iklim.Berdasarkan laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), perubahan iklim ditengarai dengan kenaikan suhu rata-rata antara tahun 1910 dan 1940 sebesar 0,35º Celsius. Kenaikan suhu rata-rata itu makin meningkat pada 1970 hingga sekarang, yakni 0,55º Celsius.
Oleh karena dampak dari perubahan iklim yang tidak stabil, ada beberapa bagian wilayah Indonesia yang tidak tersentuh air hujan. Ketua Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (Perhimpi) Rizaldi Boer dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, meski potensi hujan muncul di berbagai daerah di Indonesia, wilayah Nusa Tenggara tetap kering. Akibatnya, lahan pertanian di daerah itu menjadi kering (menyebabkan gagal panen). Pantas saja, banyak terjadi kasus gizi buruk dan busung lapar di daerah Papua (Merauke)

Bayangkan, apa yang akan terjadi dengan pertumbuhan penduduk yang mencapai 2,5 persen per tahun pada lima hingga sepuluh tahun ke depan? Apa masih ada surplus di Negara kita? Dengan mental yang belum sadar akan pentingnya lingkungan, bagaimana bisa warga dunia di ajak bekerja sama untuk menjaga lingkungan? Jangankan dunia, sekolah ini saja belum tentu bisa maju, kalu tidak ada kerja sama antara murid dan guru. Demikian halnya manusia dengan lingkungan.

Nah, teman-teman, sudah tahu kan mengenai kasus krisis pangan yang tidak hanya melanda Indonesia, tapi juga dunia?! Karena itu, mulailah dari sekarang untuk menjaga lingkungan! Bebaskan lingkungan kita dari gas-gas berbahaya yang bisa menipiskan ozon (rokok, asap kendaraan bermotor, cfc, dll.)! Selamatkan lingkungan kita dari stereofoam! Jaga bumi kita agar tumbuhan dan hewan tetap dapat berkembang dengan nyaman. Agar populasi mereka tidak berkurang, dan justru Bertambah yang pada akhirnya Negara kita, sebagai Negara agraris bisa kembali menjadi Negara pengekspor beras dan komoditi lainnya yang berguna bagi devisa.

Akhir kata, BEBASKAN BUMI KITA DARI SAMPAH..! SELAMATKAN BUMI KITA DENGAN MENTAL PEDULI LINGKUNGAN YANG ARIF DAN BIJAKSANA…!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: